Kelebihan dan Kekurangan Trading Forex Menggunakan Chart Pattern

Menurut asumsi teknik ini menjadi salah satu teknik termudah dan berperan penting dalam menerapkan strategi trading forex. Benarkah demikian? Lalu, apa sajakah kelebihan dan kekurangan melakukan trading forex menggunakan teknik ini?

Kelebihan dan Kekurangan Trading Forex Menggunakan Chart Pattern



Kelebihan dan Kekurangan Trading Forex Menggunakan Chart Pattern

Trading Forex menggunakan Chart Pattern? Sepertinya menarik untuk diulas. Terlebih bagi trader pemula yang belum terlalu paham dalam hal menganalisis harga forex. 

Ya, menurut asumsi teknik ini menjadi salah satu teknik termudah dan berperan penting dalam menerapkan strategi trading forex. Benarkah demikian? Lalu, apa sajakah kelebihan dan kekurangan melakukan trading forex menggunakan teknik ini?

Nah, sebelum masuk ke pembahasan, Anda harus tahu terlebih dahulu tentang definisi dan macam-macam teknik ini. Berikut ulasannya. 

Apa Itu Chart Pattern?

Chart Pattern merupakan suatu pola grafik harga forex yang terjadi secara berulang. Pola ini bisa Anda gunakan untuk melakukan prediksi harga, kemana harga forex tersebut akan bergerak. Dalam analisa teknikal, Chart Pattern sangat penting karena dapat mendeteksi arah harga dan dapat diamati pada semua timeframe, baik yang menitan hingga bahkan bulanan. 

Melalui Chart Pattern lah Anda turut bisa mengetahui pola berulang yang terjadi pada masa lalu atau sering disebut dengan behavior price patterns (sifat harga). Sifat harga ini yang nantinya berguna terhadap pengambilan keputusan Anda sebagai trader, apakah akan mengambil posisi sell atau tidak pada point tersebut.

Macam-Macam Chart Pattern

Terdapat berbagai macam Chart Pattern, misalnya Head & Shoulder atau Triangle. Secara umum, ada dua macam Chart Pattern yaitu Reversal Pattern dan Continuation Pattern. 

1. Reversal Pattern 

Reversal Pattern disebut juga dengan pola pembalikan arah. Bentuk grafik atau pola seperti ini bisa memberikan indikasi, bahwasanya harga memiliki potensi besar untuk berbalik arah dari arah trend sebelumnya. Pola ini juga memberikan signal momen untuk para trader, agar pada level harga terendah melakukan Sell dan pada level harga tinggi melakukan Buy

Reversal Pattern dibagi lagi menjadi 8 bagian:

  1.  Double Top And Double Bottom

Double Top merupakan versi Bearish-nya, sementara Double Bottom merupakan versi Bullish-nya. Karena termasuk dalam pola harga berfrekuensi tertinggi dan formasinya yang mudah dikenali, sehingga muncul indikasi bahwa harga akan cenderung melambat apabila mencapai puncaknya. 

2. Triple Top And Triple Bottom

Termasuk ke dalam pola dengan variasi pola harga sebelumnya, menjadikan Triple Top And Triple Bottom ini memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan pada titik Support atau Resistance-nya mengalami reaksi kuat. 

File:Triple bottom new.jpg - Wikipedia

Baca Juga: Inilah Cara Menentukan Risk Management Dalam Forex

3. Head And Shoulder

Pola Head And Shoulder memiliki versi Bullish dengan nama Inverted Head  & Shoulder. Shoulder kesatu dan kedua memiliki ukuran yang lebih kecil dibanding kepala sebagai indikator atas melemahnya momentum dalam mempertahankan harga ke Head (titik tertingginya). 

4. Falling Wedge

Falling Wedge, sederhana dan sering muncul dalam grafik harga. Pasalnya, ketika harga mulai mengerucut ke bawah, potensi terbesarnya adalah harga akan turut berbalik mendaki. 

5. Rising Wedge

Secara sederhana, pola harga Rising Wedge merupakan versi Bearish daripada pola Falling Wedge. Jika harganya mengerucut ke atas, potensi terbesarnya adalah akan ada aksi Sell-Off. 

6. Rounding Bottom

Berbanding terbalik dengan pola lainnya, pola Rounding Bottom termasuk pola yang jarang ditemui. Hal ini dikarenakan formasinya yang memerlukan banyak candlestick dan didesain untuk jangka panjang. 

7. Bump And Run

Walau Bump & Run memiliki formasi yang sederhana, tetapi tidak mudah untuk menemukannya, loh. Masih banyak orang yang belum mengenali pola Bump & Run ini. 

8. Continuation Pattern

Continuation Pattern disebut juga dengan pola penerusan trend. Indikasi dari pola Continuation Pattern adalah walau sempat berbalik arah, trend akan tetap berlanjut. Hal ini dikarenakan pergerakan market-nya sering mengalami retracement

Reversal Forex Chart Patterns Cheat Sheet | Trading charts, Intraday  trading, Chart

Continuation Pattern dibagi menjadi 7 bagian:

1. Flag

Karena polanya mirip dengan Tool Trendline Channel, tak jarang banyak trader menggunakannya untuk menganalisis potensi breakout dari adanya batas Support atau Resistance

2. Pennant

Pola Pennant mirip dengan pola Wedge Walau demikian, terdapat perbedaan dari segi derajat kemiringannya. Pola Pennant hampir simetris, sementara Pola Wedge condong ke salah satu arah. 

3. Symmetrical Triangle

Pola Symmetrical Triangle juga mirip dengan Pola Pennant. Bedanya ada pada formasinya. Pola Symmetrical Triangle memerlukan lebih banyak candlestick daripada Pola Pennant untuk menyelesaikan formasinya. 

Wajib baca: Tips Profit Konsisten Dalam forex

4. Ascending Triangle

Pola Ascending Triangle menunjukkan bahwa harga akan mengerucut ke atas, walau terus berbenturan dengan kisaran Resistance yang sama. Serta, pada saat harga menembus Resistance, Sinyal Buy akan muncul. 

5. Descending Triangle

Berbanding terbalik dengan Ascending Triangle yang mengindikasikan sinyal Buy, Descending Triangle justru mengindikasikan sinyal Sell pada saat harga menembus Support. 

6 .Cup With Handle

Pola Cup With Handle mirip dengan Pola Rounding Bottom. Bedanya ada pada konsolidasi harga yaitu pada pegangannya. 

7. Rectangle

Pola terakhir dan termasuk pola yang belum jelas formasinya. Dimana top dan dimana bottomnya. Sehingga tak jarang jika harga pada pola ini sering memantul tidak jelas. 

Chart patterns + S&R trading | Forex Factory

Kelebihan Trading Forex Menggunakan Chart Pattern

1.Memberi kemudahan para trader

Ya, trader akan dimudahkan untuk mengetahui trend market di masa yang akan datang sekaligus dengan mendapat harga secara spesifik, maka memudahkan untuk menempati posisi open dan exit. 

2. Tingkat akurasinya tinggi

Chart Pattern memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi daripada yang lainnya. Khususnya jika dibanding dengan pola candlestick tradisional. 

3. Lebih sederhana

Chart Pattern juga tergolong lebih sederhana dibanding yang lainnya dalam menganalisis harga. Hal ini dikarenakan Anda tidak memerlukan alat lain dalam menganalisis harga. Cukup menggunakan grafik harga itu sendiri. 

4. Dapat diaplikasikan ke banyak hal

Seorang trader yang melakukan analisis menggunakan Chart Pattern bisa mengaplikasikannya ke banyak hal. Misalnya untuk seluruh market, dimana harga, oscillator, pola grafik, instrumen sekaligus timeframe¸ dan indikator lainnya dengan penafsiran yang sama. 

Anda tidak perlu paham betul dalam menganalisis harga layaknya analisa fundamental. Cukup dilihat secara mata telanjang, analisis sudah bisa dilakukan. Karena segala sesuatu yang mempengaruhi pasar atau harga forex tertentu sudah tergambar secara jelas melalui grafik tersebut. 

5. Memudahkan pengukuran risiko pasar

Anda dengan mudah menganalisis risiko pasar melalui grafik yang tersedia. Yang mana, volatilitas (tingkat pergerakannya) akan lebih jelas terlihat melalui grafik daripada yang berbentuk angka.

Kekurangan Trading Forex Menggunakan Chart Pattern

1. Bersifat subjektif

Pada dasarnya, dalam melakukan penafsiran, semua bentuk interpretasinya bersifat subjektif. Maka tak heran, antara trader satu dengan lainnya bisa memiliki penafsiran yang berbeda. 

Kendati demikian, setiap tafsiran bullish mempunyai kemungkinan penafsiran sama sebagai bearish yaitu menjadikan semua bentuk analisis hanya sebagai bentuk perkiraan dari adanya kemungkinan harga. 

2. Tidak mudah dikuasai

Karena bentuknya yang sederhana, orang juga cenderung menganggap mudah untuk bisa menguasai teknik ini. Faktanya, asumsi tersebut bisa saja melenceng atau dipatahkan oleh hal-hal yang tidak terduga dalam pasar. Misalnya, karena faktor ekonomi, geopolitikal, dan faktor lainnya. 

Serta, Anda harus lebih sering melihat sekaligus menafsirkan pola harga tersebut dari berbagai market dan timeframe. Walau terlihat sama, akan selalu ada perbedaan antara suatu market atau timeframe satu dengan lainnya. 

Bagaimana, setelah mengetahui ulasan di atas mengenai definisi, macam-macam, beserta kelebihan dan kekurangan trading forex menggunakan Chart Pattern, apakah Anda tertarik untuk segera menjadi trader handal? Semua perlu pembiasaan dan latihan berulang-ulang agar bisa menganalisis dengan benar dan anti rugi.